Air Mata Bapak

Sukabumi, 22 Desember 1991 Lelaki kurus itu tidak lagi berkonsentrasi di depan kelas. Kaca mata minusnya sudah beberapa kali digerak-gerakkan...

Aku Ingin Berjilbab Seperti Kakak (Kisah Nyata Menyentuh Hati)

Ada segores pedih saat ku ukir namamu dik. Perih. Seakan ribuan belati menusuk ke hati, meninggalkan gumpalan sedih di lubang rasaku. Penyesalan yang tak berujung,...

Tugas Terakhir

Pada satu sudut yang heningnya terasa mencekam. Ia duduk dengan air mata berbutir-butir. Ini kesekian kalinya ia harus menyelesaikan tugasnya...

Aku Malu

Malam ini bulan purnama. indah dan damai. seseorang dihadapanku wajahnya benderang bagai bulan purnama itu. aku tau siapa orang tuanya. Aku tau siapa sanak keluarganya. ..

Nyanyian Sang Waktu

Aisyah kecil dan ibunya yang masih muda..., “Bu, mengapa mereka besar dan Aisyah masih kecil?” “Karena mereka sudah remaja dan dewasa. Sedangkan kamu masih anak-anak.” “Bu, Aisyah ingiiiiiiiiin sekali menjadi seperti mereka.”...

Minggu, 13 April 2014

Penyebab Masalah dalam Pembelajaran



Assalamu’alaikum wr wb......!!
Apa kabar rekan-rekan semua, semoga antum semua selalu dalam lindungan Allah
SWT selalu tentunya. Alhamdulillah akhirnnya kita kembali berjumpa dengan tema yang baru, semangat yang baru, dan tentunya juga aktifitas yang baru yang luar biasa....!!
             Oh iya... kali ini ana sedikit membagi tips buat rekan-rekan semua, mungkin udah pada pernah dengar atau pernah dipos kan seseorang. Ana hanya mengulang kembali tips ini. Dan semoga kita bisa mengaplikasikannya dikehidupan kita. Aminnn... amin ya rabbal ‘alamin....
            So, tema kali ini ana angkat dari sebuah seminar atau yang sering kita sebut dengan Kuliah Umum yang pada waktu itu bertempat di Islamic Center (IC) yang dibawakan oleh seorang yang begitu luar biasa bagi saya karena memberikan motivasi yang cukup Amazingg, nama beliau adalah Prof. Ir. DR. Sha’ri Mohd. Yusuf, Beliau adalah seorang Dosen disalah satu Universitas di Jiran yaitu University Of Teknology Malaysia (UTM) kala itu beliau membawakan tema “How to Excel as a Student and in Life” sungguh luar biasa bukan....
            Disini saya tidak memngemukakan panjang lebar mengenai tema yang dibawa beliau, saya hanya cukup mengambil point yang penting saja, yang begitu berarti bagi saya dan bagi teman-teman tentunya. Saya mengambil judul ini karena saya juga pernah mengalami hal yang di terkemuka di judul ini. Judulnya adalah “CAUSES OF PROBLES IN LEARNING (Penyebab Masalah dalam Pembelajaran)

CAUSES OF PROBLEMS IN LEARNING
(Penyebab Masalah dalam Pembelajaran)

            Seiring berjalannya globalisasi dan arus pembelajaran yang kian begitu terhambat oleh faktor-faktor yang memicu dalam hal belajar mengajar. Didalam pembelajaran yang kita jalani baik dilingkungan Sekolah, Kampus, atau ditempat belajar seperti pivat dan sebagainya tak jarang kita sering mengalami masalah dalam belajar. Didalam masalah ini penyebab-penyebab yang sering terjadi ialah :

1.    Poor Time Management (Pengaturan waktu yang sangat Lemah)
Waktu dalam sehari (Siang dan Malam) terdiri dari 24 jam. Dalam hal ini kita membagi waktu yang 24 jam itu menjadi 4 bagian  sesuai riwayat. Yakni : untuk Ibadah, bekerja (mencari nafkah), keluarga, dan diri sendiri.
Maka dalam melakukan suatu pekerjaan kita perlu ahli dalam memenej waktu kita secara sempurna. Jangan sampai waktu 24 jam yang Allah berikan kita gunakan dengan sia-sia atau dengan kata lain tidak efektif. Didalam Alqur’an Allah sangat menegaskan tentang masalah waktu ini, seperti yang terdapat disurah al-Ashr .
Demi waktu, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian
Didalam ayat tersebut Allah bersumpah dengan nama waktu, bahwa apabila manusia tidak menggunakan waktunya dengan sungguh-sungguh maka benar-benar mereka dalam keadaan rugi besar.
Dalam kehidupan para sahabat waktu sangat berharga. Mereka sangat memuliakan waktu mereka. Seperti halnya dikatakan olh Hasan Al-Basri “Para sahabat lebih memuliakan waktu sore dari pada siang maka disunnahkan pada waktu tersebut untuk bertasbih dan beristighfar”.
Banyak pepatah mengatakan waktu “Waktu adalah pedang”, jika kita tidak mampu mengendalikan pedang tersebut, bisa jadi tubuh kita yang akan disayat. Begitu juga dengan waktu jika kita tidak dapat menghandle waktu kita, maka waktu yang akan menghandle kita.

Ambil waktu untuk bekerja, karena waktu adalah harga sebuah keberhasilan

2.    Lack of Discipline (Kurangnya Kedisiplinan)
Penyebab yang kedua adalah Lack of Discipline. Apabila kita tidak memiliki etika dalam diri kita terhadap guru-guru, baik disekolah, kampus, atau diluar dari itu, yang memberikan suatu arti pembelajaran ilmu. Maka ilmu yang diberikan oleh mereka hanya sia-sia belaka, sama halnya kita membuang waktu kita kalau kita tidak gunakan secara efisien.
Coba bayangkan jika kita berada pada posisi mereka, apakah kita mampu mngendalikan emosi kita karena hal sepele dikarenakan tidak menghargainya.

3.    Lack of Study Skills (Kurangnya pembelajaran keahlian)
Masalh ketiga ini sangat sering kita alami dalam proses belajar mengajar.

4.    Thingking Skills
Disamping kita ahli dalam pembelajaran, kita juga ahli dalam berpikir bisa. Jika dari awal kita berpikirnya tidak bisa, maka seterusnya akan tidak bisa juga. Siapa bilang orang tuli seperti Bet Hopen yang musiknya begitu indah mampu menggempur dunia ini. Siapa bilang orang idiot tidak bisa berbisnis online hingga puluhan juta rupiah. Apakah dengan seluruh kelemahan yang kita miliki kita merasa tidak mampu..??
Sungguh pertanyaan yang tidak masuk logika. Kebanyakan orang berhasil bukan timbul karena ia gagah, cerdik, sempurna atau yang lain-lain, kebanyakan meraka adalah serba kekurangan. Mereka lebih banyak kekurangannya dari kita, tetapi kita kita selalu berpikir tidak bisa melakukannya..?
Intinya adalah jika kita berpikir untuk bisa pasti akan bisa, tetapi sebaliknya jika kita merasa itu berat  bagi kita, yakinlah pasti tidak akan pernah bisa. Berbagai kasus sering kita dengar seperti “itu bukan keahlian saya,,,?” “Sungguh rumit soal-soal yang diberikan guru ini” padahal dari keseluruhan kasus dia tak pernah mencoba walaupun itu salah. Cobalah untuk selalu tidak menilai hal yag rumit kita rasa  kita bisa perpikir untuk bisa. Yakinlah dengan kelebihan  kita dapat menutupi semua kekurangan kita.
Tugas kita disini bukan untuk sekedar berhasil, namun tugas kita adalah untuk mencoba dan mencoba. Karena dengan mencoba ada kemungkinan utnuk berhasil.
“setiap persoalan pasti ada jalan keluar”
“setiap masaalah pasti bisa diatasi”
“Not Trial & Error but Trial & Learn”
Selalu lah berpikir untuk bisa...


Moga Sukses Selalu buat Kita...........
Salam Perjuangan..........
Oleh : Jukhri Syahputra Bancin 

Tsunami

Gambar 0. Tsunami

                Ketika terjadi pemindahan massa seperti gempa bumi dan longsoran maka secara tiba-tiba akan memindahkan sejumlah air dari keadaan setimbangnya, sehingga membentuk gelombang yang berbahaya yang disebut tsunami. Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang yang artinya gelombang pelabuhan. Disebut gelombang pelabuhan karena gelombangnya menjadi berukuran lebih besar ketika mencapai pantai. Seorang nelayan yang pergi berlayar ke tengah samudera dan tiba-tiba terjadi gempa yang menyebabkan tsunami di daratan, maka nelayan yang berada di tengah samudra tidak merasakan adanya gelombang tsunami. Nelayan baru menyadari telah terjadi ombak besar ketika dia kembali ke pelabuhan. Ini terjadi karena gelombang tsunami yang terbentuk di tengah samudra memiliki panjang gelombang yang sangat besar, sehingga gelombang hanya memiliki amplitudo yang kecil. Sementara itu, ketika gelombang mencapai pantai maka  panjang gelombangnya akan memendek dan menyebabkan amplitudonya semakin besar dan terbentuk ombak yang sangat besar menghantam daratan.

            Tsunami dapat di sebabkan oleh berberapa sumber yaitu gempa bumi (contohnya gempa Aceh pada tahun 2004 yang menewaskan 200.000 orang), erupsi vulkanik (contohnya erupsi gunung Krakatau pada tahun 1883 yang menyebabkan tsunami dan menewaskan 30.000 orang),        Longsoran dan tumbukan benda yang jatuh dari luar angkasa.


            Gempa Bumi merupakan penyebab tsunami yang paling sering tejadi dan menelan korban dalam jumlah yang besar karena peristiwa terjadinya yang sulit di prediksi lebih dini. Gempa bumi terjadi karena bumi memiliki lempeng-lempeng bumi yang terus bergerak.Lempeng bumi ini terbagi menjadi 2 yaitu lempeng benua dan lempeng samudera. Gerakan lempeng bumi ini dapat menumbuk lempeng bumi lainnya sehingga mengakibatkan perubahan bentuk daratan atau lantai samudera. Gempa bumi yang menyebabkan tsunami hanya mungkin terjadi jika sumber peyebab terjadinya gempa terjadi di lautan. Sumber gempa ini berupa patahan pada lempeng samudera yang meyebabkan lantai samudera bergerak naik atau turun. Pergerakan naik atau turun yang terjadi di dasar samudera ini akan mengganggu kesetimbangan air laut sehingga menyebabkan air laut berosilasi membentuk gelombang (gambar.1) .

      Gambar 1. Proses terjadinya tsunami
  • Gelombang     Laut
Gelombang yang terjadi di laut terjadi akibat adanya angin yang menghembus permukaan air laut. Ini dapat di lihat pada saat cuaca yang berangin kencang (badai) akan terjadi gelombang di lautan yang lebih besar. Jika kita melihat, gelombang laut bergerak seperti maju kedepan silih berganti. Sebenarnya tidak, jika kita meletakkan sekeping kayu di permukaan laut akan terlihat kayu hanya bergerak naik turun di posisinya. Ini terjadi karena pertikel-partikel air hanya bergerak naik turun. Gerakan naik turun ini terjadi karena usikan yang di berikan angin sehingga membuat air laut beorsilasi naik turun. Gerakan ini  terus merambat sampai ke tepi pantai.

Karena di dekat pantai laut bersifat dangkal, maka gerakan naik turun partikel air tersebut akan bergerak lebih lambat karena terjadi benturan di dasar laut. Sementara gelombang di bagian permukaan air terus bergerak dan akhirnya tergulung pecah dan menjadi ombak. Di dalam gelombang air, partikel-partikel air itu bergerak menurut garis lingkaran sambil bergerak keatas dan maju akibat gaya dorong oleh angin. Kemudian ia jatuh lagi ke bawah dan bergerak mundur akibat terseret oleh gara gravitasi bumi. Gerak naik turun inilah yang menyebabkan gelombang itu bergerak maju.

Gambar 2. Bentuk gelombang laut

              Karena di tempat yang dangkal partikel air bertumbukan dengan dasar laut maka akan menyebabkan perubahan pada panjang gelombangnya. Di tempat yang dangkal panjang gelombangnya akan lebih pendek dari pada di tempat yang dalam. Ketika mencapai suatu panjang gelombang tertentu partikel akan pecah. Tempat pecahnya gelombang ini disebut Breaker Zone. Besar  panjang gelombang yang terbentuk selalu lebih kecil dari pada setengah kedalaman laut (D). Begitu juga dengan kecepatan merambat gelombang laut yang bergerak lebih cepat di daerah yang lebih dalam dari pada di laut yang dangkal. Hubungan kedalaman dan kecepatan gerak gelombang laut dapat didekati secara matematis : , dengan g adalah percepatan gravitasi dan D adalah kedalaman laut. 

Gambar 3. Bentuk gelombang permukaan laut bergantung kedalaman

           Gelombang laut yang disebabkan oleh angin biasanya memiliki periode berkisar antara T= 10-20s dan panjang gelombang 10-600m. Dengan demikian kecepatannya adalah v = panjang gelombang / T yaitu berkisar antara 1-30m/s. Sedangkan gelombang tsunami memiliki periode sekitar T=3600 s  dan panjang gelombang 800 km. Jika kita mendekati perhitungan dengan memakai kedalaman rata-rata laut dunia yaitu 5km (5000m), maka dengan persamaandiperoleh kecepatan gelombang tsunami mencapai sekitar v=220 m/s = 792 km/hr. Karena di tengah samudera terdapat laut sangat dalam maka gelombang yang terbentuk akan memilik panjang gelombang yang sangat panjang.
 
            Gelombang dengan panjang gelombang yang sangat panjang hanya kehilangan sedikit energi dalam perambatannya sehingga gelombang tsunami dapat merambat melintas samudera. Ketika gelombang mencapai tempat yang lebih dangkal maka panjang gelombangnya akan memendek dan amplitudonya akan menjadi lebih tinggi. Sumber tsunami sering terjadi di daerah lempeng samudera yang mengalami subduksi. Lempeng pada bagian subduksi ini akan bergerak menekan lempeng di sebelahnya sehingga terbentuk lekukan yang curam. Jika lempeng ini terus saling menekan maka sampai pada suatu saat akan patah atau juga dapat terjadi slip ketika lempengan bergesekan sehingga merubah keadaan dasar laut sehingga menyebabkan tsunami. Peristiwa tsunami dunia banyak terjadi di Samudera Pasifik yang wilayahnya terdapat banyak subduksi dengan persentasi 80% di Atlantic 10% serta lainnya 10%.

Peringatan Tsunami

            Karena waktuh tempuh gelombang tsunami untuk mencapai daratan yang relatif lama (bergantung letak sumbernya), maka kita memiliki kesempatan untuk memberikan peringatan bahaya tsunami di daerah yang berpotensi terjadi tsunami. Peringatan dapat berupa alarm tsunami, sms dan lain-lain yang pastinya dapat menyebarkan informasi tersebut secara cepat kepada masyarakat. Dalam hal ini merupakan pekerjaan dari pemerintah untuk menyampaikan peringatan kepada masyarakat secara cepat. Oleh karena itu, negara membutuhkan teknologi pendeteksi tsunami yang cepat agar dapat dengan segera mengevakuasi masyarakat dari daerah yang berpotensi tsunami.

Gambar4. Sistem pendeteksian tsunami 

         Alat pendeteksi tsunami biasanya di letakkan di tengah lautan karena sumber dari gempa bumi dan tsunami biasanya terjadi di lempeng samudera. Ketika terjadi gempa, alat tersebut akan menangkap gelombang gempa yang terjadi, kemudian gelombang gempa tersebut diubah menjadi sinyal listrik dan dikirim ke pusat pemantauan melalui satelit untuk dianalisa. Jika gempa yang terjadi memiliki magnitude lebih besar dari 6,5 SR maka alarm pada alat pendeteksi tsunami terebut akan berbunyi dan terpantau di pusat pemantauan tsunami. Kemudian peringatan tsunami kepada masyarakat akan di keluarkan, masyarakat dihimbau agar menjauh dari pesisir pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi atau titik kumpul yang telah di tentukan pemerintah.

Contoh :Pada saat gempa Aceh 2004 jarak pusat tsunami dengan negara Srilangka adalah 1600 km dengan kedalaman laut 4000 m. Maka waktu yang dibutuhkan gelombang tsunami untuk mencapai Srilangka adalah  

T=  jarak/kecepatan = 1600/713 = 2,2 jam

           Maka di Srilangka memiliki kesempatan waktu sekitar 2,2 jam untuk mengevakuasi diri dari tempat yang berbahaya. Sementara di Thailand yang memiliki jarak 500 km dari pusat tsunami dan kedalaman laut 1500 m memiliki kesempatan waktu menevakuasi diri sekitar 1,1 jam

                         Gambar 5. Perambatan tsunami Aceh menuju Srilangka

Gambar 6. Citra satelit ibukota povinsi Aceh  sebelum tsunami dan setelah tsunami

Oleh: Haris Suhendar


Rabu, 25 Desember 2013

Surat Cinta Untuk Ibu

Oleh: Novika Sari Rahmadani


Mataku tertuju pada sosok wanita di seberang sana. Kuperhatikan.. Aku seperti mengenalnya. Wajah yang sangat dekat dan bersahabat denganku. Kuperhatikan lagi.. Hingga akhirnya aku yakin bahwa dia bukanlah orang yang kumaksud.
Tiba-tiba hatiku merindu. Merindu sosok yang mirip dengan wanita yang di seberang sana. Butir-butir bening itu mendesak  untuk keluar dan akhirnya keluar perlahan-lahan, sampai akhirnya mereka berkejar-kejaran untuk keluar.
Sudah lama sosok itu tidak kulihat langsung. Selama ini aku hanya melihatnya melalui sebuah gambar cetakan yang kusimpan di lemari kayuku atau.. hanya mendengar suara indahnya melalui sebuah benda elektronik mungil berbentuk persegi panjang kesayanganku. Menanyakan kondisiku.. Sudahkah perutku terpenuhi? atau.. cukupkah lembaran-lembaran rupiah yang dikirim untukku? Ah, betapa pedulinya dia padaku. Rasa kepedulian yang tidak pernah kutemukan di dunia ini selain pada dirinya.
Angin... Bisakah kutitipkan padamu hembusan lembut cinta suci ini kepadanya? Tolong sampaikan padanya bahwa aku begitu mencintainya. Dan.. aku begitu merindukannya di sini, di sebuah tempat yang jauh dari pandangannya. Aku terus berharap dan berdo’a, suatu saat.. aku bisa menyematkan mahkota indah di kepalanya. Sebagai bukti bahwa aku saaangat mencintainya.

                                                                                                            Wassalam,
                                                                                                            With Love
                                                                                                Your Lovely Daughter


Sabtu, 02 November 2013

Dakwah yang Terluka

Oleh: Kaderisasi HADIS-Medan  


Ikhwah sekalian, saat antum mengazamkan diri sebagai seorang aktivis dakwah apa yang antum harapkan? Apakah antum menginginkan keridhaannNya? Atau antum hanya ingin berbangga diri? Tanyakan kepada hatimu untuk mendapatkan jawaban pertanyaan-pertanyaan itu. Sesungguhya salah satu penyebab kemunduran seorang aktivis dalam berdakwah adalah salah pengharapan dalam berdakwah.

Banyak para aktivis dakwah yang tidak mampu bertahan disebabkan karena ia mengharapkan agar menjadi orang yang dibannga-banggakan sehingga, tatkala ia tidak dibanggakan bahkan tidak diharapkan dalam suatu kegiatan dakwah, maka ia mulai mengalami kefuturan, melemah, merasakan kebosanan. Ia menjauh dari segala aktivitas dakwah bahkan rela untuk meninggalkan segala kewajiban dakwah. Sebab yang ia harapkan hanyalah pujian dan sanjungan dari orang lain, rasa malas dan bosan pun akan pasti dialami jika tidak ada yang memuji atau menyanjungnya.

Ikhwah sekalian pengharapan atau niat dalam berdakwah akan menentukan keistiqomahan kita, maka sudah sepantasnya kita membuang pengharapan-pengharapan palsu yang membuat kita malas untuk beramal. Kembalilah kepada pengharapan yang pasti yaitu hanya mengharapkan keridhaan Allah. Yakinlah, mengharapkan ridhoNya akan menghasilkan keikhlasan. Keikhlasan akan berbuah kesabaran dan kesabaran akan membuat kita bertahan dan istiqomah untuk menjadi aktivis dakawah.

“Tidak ada keikhlasan tanpa mengharap ridhoNYA, tidak ada kesabaran tanpa keikhlasan, tidak ada keistiqomahan tanpa kesabaran., maka dakwahpun terluka”

Ikhwah, dakwah yang sedang kita jalani jangan sampai terluka. Terluka karna ulah para aktivis dakwah. Ketika lisan telah  berazam maka seluruh anggota tubuh harus membuktikan azam yang telah diikrarkan. Jangan sampai seorang aktivis dakwah kehilangan azam disebabkan tubuh yang tidak mampu menjalaninya, maka dakwahpun ‘terluka’ karenanya.

Pengakuan sebagai seorang aktivis dakwah berarti, telah melakukan perjanjian dengan Allah maka wajiblah bagi seorang aktivis dakwah menjalankan segala kewajiban dakwah. Gagal menjalankan kewajiban dakwah maka melakukan pengkhianatan terhadap Allah. Ingatlah akan firman Allah

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu  Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS an-Nahl:91)

“...Maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” (QA al-Fath:10).

Wahai engkau para aktivis dakwah ingatlah dakwah bukan lah sekedar di lisan, bukan hanya di organisasi atau hanya sekedar di halaqoh, tetapi dakwah ada dimana pun engkau berada. Tidak terpengaruh dengan keadaan tetapi mengubah keadaan dan melakukan apa yang dikatakan hingga tak menjadi seorang munafik, maka dakwahpun tak terluka karenanya. Kembalilah berbisik dengan hatimu, sudahkah engkau  menjalankan kewajiban dakwahmu?.


“Dakwah akan terluka jika para aktivisnya tidak menjalankan apa yang ia dakwahkan”